seperti muskulus tanpa inervasi
aku ini hati yang tidak tervaskularisasi
mati tanpa bisa menyalahkan siapapun
aku tidak punya segudang kesabaran
apalagi harga diri untuk dijual
seperti mobil tanpa rem
aku tidak bisa berhenti
berusaha mengerti tentang sebuah misteri
beberapa huruf yang tidak sempat tereja
yang sebentar lagi meledak menjadi potongan perca
bolehkah aku memohon satu pertolongan?
tanyakan pada cermin di kamarmu
bukankah sebaik baiknya cinta adalah yang dilepaskan tanpa meninggalkan jejas kesunyian ?
….
apa aku benar ?
sampai kapan kamu akan bermain dengan semu ?
….
pulanglah,
maka aku akan biarkan alam mengubahku menjadi rumah untukmu


